Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Tuesday, November 13, 2012

Selamat Tinggal

M: Hei!
Y: Kamu menyapaku sekarang dan sebentar lagi kau akan mengucapkan selamat tinggal. Mudah yah?

M: Aku tak pernah memulai. Segalanya (sejak dulu) kamu yang memulai. Aku hanya ingin mengakhiri. Sulit.
Y: Sekarang kamu menyalahkanku?

M: Tidak. Sekarang mari kita bermain 'ingat-ingatan' saja, masih ada lima menit. Baiklah, biarkan kali ini saya yang memulai. Ingatkah kamu pernah berjanji untuk menjagaku dari segala arah, tapi pada akhirnya kamu meninggalkanku?
Y: Hei, itu keada-

M: Kita hanya bermain, tidak mengklarifikasi. Sekarang bukan waktunya. Giliranmu.
Y: Aku tak mau bermain.

M: Ingatkah kamu, ketika kamu menjodohkanku dengan seseorang padahal kamu tahu kamulah yang aku suka? Masih ingat wajahku saat itu? Ingatkah kamu, semua ucapanku bahwa aku memilihmu dan kamu memilihnya? Ingatkah kamu, ketika kamu membagi-bagi perhatianmu dan kamu mengatakan kamu mencintaiku? Ingatkah kamu-
Y: Hentikan! Berhentilah... jangan menangis.

M: Iya. Waktu telah habis. Saya tak pernah merencanakan ini. Toh, saya tak pernah berjanji bukan?
Y: Jangan pergi. Aku mengingat semuanya. Aku ingat, dan jangan biarkan aku juga mengingat bahwa aku pernah melepaskanmu. Melihatmu pergi dariku. Aku mohon.

M: Lihatlah, bukankah kamu baru saja ingin memulai kembali. Maaf, aku tak bisa. Biarkan aku mengakhiri. Aku mohon.
Y:  Dengan cara?

M: Selamat tinggal. Hanya terima saja kata itu dan kembalilah padanya. Jangan bicara sepatah kata pun. Beginilah caraku mengakhiri. Selamat tinggal.
Y: -


*Percakapan yang ditelan udara, sebab wujud hanyalah bayang-bayang.


Friday, November 02, 2012

#20 Copas



Di dunia ini banyak sekali orang yang merasa dirinya berjodoh dengan seseorang.





#19 Copas



“Ketika seseorang mencintai kamu, cara mereka menyebut namamu akan berbeda…”
 
 



#18 Copas



Pikiran adalah mesin waktu paling canggih, saat melesat puluhan tahun dalam hitungan sekian mikro detik. Membawa serta perasaan-perasaan secara utuh.





#17 Copas



“Jika jarak dan waktu adalah puasa, maka pertemuan denganmu adalah hari raya.”


 (gadissenja, via ciul, Masgun)



#16 Copas



“Semoga Tuhan tidak hanya mempertemukan, namun juga menyatukan.”


( gadissenja, Masgun)



#15 Copas



“Perempuan mungkin cukup berpikir dua atau tiga kali untuk menjawab, tapi bagi laki-laki terkadang perlu 100 kali berpikir untuk sekedar memulai pertanyaan.”


(Masgun)



#14 Copas



Akan ada bulan di mana hujan adalah pengganti matahari sepanjang waktu, dimana bintang muncul dini hari, dimana ketika banyak manusia teringat kembali masa lalunya.






#13 Copas



“Beberapa orang memilih “diam” untuk menyampaikan ceritanya dan hanya Tuhan yang dapat mendengarkan.”


(Masgun)


 

#12 Copas



Ketika seseorang merasa benar, ia lupa mencari tahu, benar itu menurut siapa, manusia atau Tuhan?




#11 Copas



Kelak lingkaranmu akan semakin sempit, tapi justru semakin dalam. 

Iya, teman itu bukan seberapa banyak yang kamu miliki, tapi seberapa dalam :)





#10 Copas



Beberapa orang di muka bumi ini berjodoh dalam mimpi.





#9 Copas



Kadang ada cerita yang disampaikan dalam diam, hanya akan dimengerti beberapa orang.





#8 Copas



Manusia saat ini, hidup dalam banyak prasangka, lelah dirinya karena hidup dalam pikirannya sendiri.





#7 Copas



Hal paling romantis terjadi ketika kita tidak ikut campur sama sekali dalam rencana Tuhan.





#6 Copas



“Aku mencintainya dan dia tidak perlu tahu”

“Aku yakin, pada masanya. Tuhan sendiri yang akan memberitahu dan kami dengan sendirinya akan mendekat, bersabarlah untuk waktu itu kawan, bersabarlah.”


My Favorit ^^





#5 Copas



Sebuah jarak seringkali dijadikan alasan untuk beberapa hati. Termasuk hati-hati dalam sebuah keluarga. Padahal, pautan hati tak akan bergantung banyak pada sebuah alasan yang bernama jarak.
Jauh ataupun dekat pun akan tetap bernama jarak.





#4 Copas



Anak laki-laki itu meskipun terlihat tegar, tapi sebenarnya gampang merasa kesepian dan rapuh hatinya suatu waktu.(Kuncir Kecil, 2011 )






#3 Copas



Bisa saja yang menjadi pendamping kita itu tidak seseorang yang terbaik, menurut keterbatasan dan penilaian kita tentunya. 
Tapi mungkin ini bisa jadi suatu masukan. Bukankah banyak di alam ini yang belum kita ketahui manfaatnya? Bukankah yang terbaik itu menjadi rahasia Sang Pencipta kita? 
Seringkali kita tidak menyukai sesuatu tapi ternyata itulah yang paling kita butuhkan saat ini
.




#2 Copas



“Bagaimana perasaan bisa menentukan keniscayaan sebuah urusan hati?”, aku bertanya kembali.

“Entahlah Kawan, mungkin karena aku ini perempuan.”